This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Kamis, 02 Agustus 2012

Bila Allah Berkehendak

Bila Allah berkehendak untuk mengadakan atau menciptakan sesuatu, Allah hanya mengucapkan satu perkataan yang bersifat perintah, iaitu 'kun', yang ertinya 'jadilah'. Dengan mengucapkan kata kata 'kun' itu, maka tercipta apa yang dikehendaki Allah.
Dengan cara begitu, maka terciptalah bumi dengan lautan dan daratannya, bergunung ganang dan jurang, lengkap dengan tumbuh tumbuhan dan segala jenis haiwannya. 

Terciptalah matahari dengan cahayanya yang terang benderang, bulan dengan sinarnya yang berkemilauan, dan bintang bintang dengan cahayanya yang gemerlapan. Semuanya beredar diangkasaraya dengan peredaran yang teratur, menurut sunnah (penetapan) Ilahi yang mencipta dan mengaturnya, tanpa cacat celanya.
Kemudian diciptakan Allah pula para Malaikat yang selalu patuh menjalankan segala perintah Allah yang menciptanya, mengerjakan ibadat dan tugas masing masing yang sudah ditetapkan Allah bagi mereka. Diantara mereka ada yang menjadi penjaga bumi, penjaga langit, menurunkan hujan, dan ada pula yang menjadi Pesuruh Allah, sebagai perantara antara Allah dengan makhlukNya. Dalam menjalankan berbagai tugas itu, mereka selalu bertasbih mensucikan Allah.
Setiap sesuatu yang kita lihat sekarang ini dahulunya belumlah ada, dahulu tidak ada manusia dan binatang, tidak ada tumbuh tumbuhan, tidak ada bumi matahari, bulan dan bintang. Dengan kudrat dan iradatNya Allah lalu menciptakan segala apa yang ada dan kita lihat sekarang ini. 

Diciptakan Allah langit dan bumi dan apa yang terdapat antara keduanya didalam waktu enam hari. Hari yang bukan bererti siang dan malam seperti yang lazim kita pergunakan sekarang ini. tetapi had yang bererti proses pertumbuhan atau masa, yang lamanya mungkin beribu ribu atau berjuta juta tahun lamanya

Gumilar berhentikan 7 Dekan di UI


JAKARTA, KOMPAS.com - Sebanyak delapan orang pejabat di lingkungan Universitas Indonesia (UI) diberhentikan oleh Rektor UI Gumilar Rusliwa Soemantri. Mereka adalah tujuh orang dekan dan seorang kepala program pascasarjana. Informasi mengenai pemberhentikan delapan dekan ini dari surat elektronik dari Pelita UI atau organisasi perempuan lintas fakultas di UI.

Dalam surat elektronik tersebut disebutkan, tujuh dekan yang diberhentikan adalah Dekan Fakultas Ilmu Budaya (Bambang Wibawarta), Dekan fakultas Teknik (Bambang Sugiarto), Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat (Bambang Wispriyono), Dekan fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan (Adi Basukriadi), Dekan fakultas Kedokteran Gigi (Bambang Irawan), Dekan Fakultas Ilmu Keperawatan (Dewi Irawaty), Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Bambang Shergi Laksmono) dan Ketua Program Pascasarjana (Chandra Wijaya).

Kompas.com mencoba mengkonfirmasi informasi ini kepada Kepala Kantor Komunikasi UI Siane Indriani, Kamis (1/8/2012). Siane membenarkan informasi tersebut, meski tak menyebutkan siapa saja delapan pejabat yang diakhiri masa tugasnya. Ia mengungkapkan, pemberhentian itu bukan atas nama pribadi rektor, melainkan keputusan Majelis Wali Amanat.

"Sesuai dengan masukan dari Majelis Wali Amanat UI," kata Siane, saat dihubungi hari ini.

Sebelumnya, Gumilar juga memberhentikan Dekan Fakultas Kedokteran UI Ratna Sitompul. Alasan pemberhentian Ratna karena dinilai telah selesai masa jabatannya dan dikembalikan ke lembaga asalnya, Kementerian Kesehatan. Pemberhentian Ratna ini sempat menuai protes dari Dewan Guru Besar UI yang meminta Gumilar menarik kembali surat pemberhentian Ratna, karena dinilai sebagai upaya rektor untuk menyusun barisan dalam pemenangan pemilihan rektor bulan Agustus mendatang.
"Rektor telah melakukan tindakan yang sangat tidak elegan, tidak taat asas dan melanggar kesepakatan tanggal 22 Desember 2011 untuk tidak mengambil keputusan strategis," ujar Ketua Dewan Guru Besar UI Prof Biran Affandy, Selasa (10/7/2012), di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI).
Ada pun, pemberhentian para dekan ini disinyalir karena kevokalan mereka atas kepemimpinan Gumilar. Meski pun, pihak universitas membantah hal tersebut.

Delapan Kebohongan Seorang Ibu Dalam Hidupnya


Dalam kehidupan kita sehari-hari, kita percaya bahwa kebohongan akan membuat manusia terpuruk dalam penderitaan yang mendalam, tetapi kisah ini justru sebaliknya. Dengan adanya kebohongan ini, makna sesungguhnya dari kebohongan ini justru dapat membuka mata kita dan terbebas dari penderitaan, ibarat sebuah energi yang mampu mendorong mekarnya sekuntum bunga yang paling indah di dunia.

Cerita bermula ketika aku masih kecil, aku terlahir sebagai seorang anak laki-laki di sebuah keluarga yang miskin. Bahkan untuk makan saja, seringkali kekurangan. Ketika makan, ibu sering memberikan porsi nasinya untukku. Sambil memindahkan nasi ke mangkukku, ibu berkata : "Makanlah nak, aku tidak lapar" ---------- KEBOHONGAN IBU YANG PERTAMA

Ketika saya mulai tumbuh dewasa, ibu yang gigih sering meluangkan waktu senggangnya untuk pergi memancing di kolam dekat rumah, ibu berharap dari ikan hasil pancingan, ia bisa memberikan sedikit makanan bergizi untuk petumbuhan. Sepulang memancing, ibu memasak sup ikan yang segar dan mengundang selera. Sewaktu aku memakan sup ikan itu, ibu duduk di sampingku dan memakan sisa daging ikan yang masih menempel di tulang yang merupakan bekas sisa tulang ikan yang aku makan. Aku melihat ibu seperti itu, hati juga tersentuh, lalu menggunakan sumpitku dan memberikannya kepada ibuku. Tetapi ibu dengan cepat menolaknya, ia berkata : "Makanlah nak, aku tidak suka makan ikan" ---------- KEBOHONGAN IBU YANG KEDUA

Sekarang aku sudah masuk SMP, demi membiayai sekolah abang dan kakakku, ibu pergi ke koperasi untuk membawa sejumlah kotak korek api untuk ditempel, dan hasil tempelannya itu membuahkan sedikit uang untuk menutupi kebutuhan hidup. Di kala musim dingin tiba, aku bangun dari tempat tidurku, melihat ibu masih bertumpu pada lilin kecil dan dengan gigihnya melanjutkan pekerjaannya menempel kotak korek api. Aku berkata :"Ibu, tidurlah, udah malam, besok pagi ibu masih harus kerja." Ibu tersenyum dan berkata :"Cepatlah tidur nak, aku tidak capek" ---------- KEBOHONGAN IBU YANG KETIGA

Ketika ujian tiba, ibu meminta cuti kerja supaya dapat menemaniku pergi ujian. Ketika hari sudah siang, terik matahari mulai menyinari, ibu yang tegar dan gigih menunggu aku di bawah terik matahari selama beberapa jam. Ketika bunyi lonceng berbunyi menandakan ujian sudah selesai, Ibu dengan segera menyambutku dan menuangkan teh yang sudah disiapkan dalam botol yang dingin untukku. Teh yang begitu kental tidak dapat dibandingkan dengan kasih sayang yang jauh lebih kental. Melihat ibu yang dibanjiri peluh, aku segera memberikan gelasku untuk ibu sambil menyuruhnya minum. Ibu berkata : "Minumlah nak, aku tidak haus!" ---------- KEBOHONGAN IBU YANG KEEMPAT

Setelah kepergian ayah karena sakit, ibu yang malang harus merangkap sebagai ayah dan ibu. Dengan berpegang pada pekerjaan dia yang dulu, dia harus membiayai kebutuhan hidup sendiri. Kehidupan keluarga kita pun semakin susah dan susah. Tiada hari tanpa penderitaan. Melihat kondisi keluarga yang semakin parah, ada seorang paman yang baik hati yang tinggal di dekat rumahku pun membantu ibuku baik masalah besar maupun masalah kecil. Tetangga yang ada di sebelah rumah melihat kehidupan kita yang begitu sengsara, seringkali menasehati ibuku untuk menikah lagi. Tetapi ibu yang memang keras kepala tidak mengindahkan nasehat mereka, ibu berkata : "Saya tidak butuh cinta" ----------KEBOHONGAN IBU YANG KELIMA

Setelah aku, kakakku dan abangku semuanya sudah tamat dari sekolah dan bekerja, ibu yang sudah tua sudah waktunya pensiun. Tetapi ibu tidak mau, ia rela untuk pergi ke pasar setiap pagi untuk jualan sedikit sayur untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Kakakku dan abangku yang bekerja di luar kota sering mengirimkan sedikit uang untuk membantu memenuhi kebutuhan ibu, tetapi ibu bersikukuh tidak mau menerima uang tersebut. Malahan mengirim balik uang tersebut. Ibu berkata : "Saya punya duit" ----------KEBOHONGAN IBU YANG KEENAM

Setelah lulus dari S1, aku pun melanjutkan studi ke S2 dan kemudian memperoleh gelar master di sebuah universitas ternama di Amerika berkat sebuah beasiswa di sebuah perusahaan. Akhirnya aku pun bekerja di perusahaan itu. Dengan gaji yang lumayan tinggi, aku bermaksud membawa ibuku untuk menikmati hidup di Amerika. Tetapi ibu yang baik hati, bermaksud tidak mau merepotkan anaknya, ia berkata kepadaku "Aku tidak terbiasa" ----------KEBOHONGAN IBU YANG KETUJUH

Setelah memasuki usianya yang tua, ibu terkena penyakit kanker lambung, harus dirawat di rumah sakit, aku yang berada jauh di seberang samudra atlantik langsung segera pulang untuk menjenguk ibunda tercinta. Aku melihat ibu yang terbaring lemah di ranjangnya setelah menjalani operasi. Ibu yang keliatan sangat tua, menatap aku dengan penuh kerinduan. Walaupun senyum yang tersebar di wajahnya terkesan agak kaku karena sakit yang ditahannya. Terlihat dengan jelas betapa penyakit itu menjamahi tubuh ibuku sehingga ibuku terlihat lemah dan kurus kering. Aku sambil menatap ibuku sambil berlinang air mata. Hatiku perih, sakit sekali melihat ibuku dalam kondisi seperti ini. Tetapi ibu dengan tegarnya berkata : "Jangan menangis anakku, aku tidak kesakitan" ----------KEBOHONGAN IBU YANG KEDELAPAN.

Setelah mengucapkan kebohongannya yang kedelapan, ibuku tercinta menutup matanya untuk yang terakhir kalinya.

Dari cerita di atas, saya percaya teman-teman sekalian pasti merasa tersentuh dan ingin sekali mengucapkan : " Terima kasih ibu ! " Coba dipikir-pikir teman, sudah berapa lamakah kita tidak menelepon ayah ibu kita? Sudah berapa lamakah kita tidak menghabiskan waktu kita untuk berbincang dengan ayah ibu kita? Di tengah-tengah aktivitas kita yang padat ini, kita selalu mempunyai beribu-ribu alasan untuk meninggalkan ayah ibu kita yang kesepian. Kita selalu lupa akan ayah dan ibu yang ada di rumah.
Jika dibandingkan dengan pacar kita, kita pasti lebih peduli dengan pacar kita. Buktinya, kita selalu cemas akan kabar pacar kita, cemas apakah dia sudah makan atau belum, cemas apakah dia bahagia bila di samping kita. Namun, apakah kita semua pernah mencemaskan kabar dari ortu kita? Cemas apakah ortu kita sudah makan atau belum? Cemas apakah ortu kita sudah bahagia atau belum? Apakah ini benar? Kalau ya, coba kita renungkan kembali lagi. Di waktu kita masih mempunyai kesempatan untuk membalas budi ortu kita, lakukanlah yang terbaik. Jangan sampai ada kata "MENYESAL" di kemudian hari.

Ummi.. I Always Love You..

~EIGHT LIES OF A MOTHER~


1.The story began when I was a child;
I was born as a son of a poor family.
Even for eating, we often got lack of food.
Whenever the time for eating, mother often gave me her portion of rice.
While she was removing her rice into my bowl,
she would say "Eat this rice, son. I'm not hungry".
That was Mother's First Lie.

2.When I was getting to grow up,
the persevering mother gave her spare time for fishing in a river near our house,
she hoped that from the fishes she got,
she could gave me a little bit nutritious food for my growth.
After fishing, she would cook the fishes to be a fresh fish soup,
which raised my appetite. While I was eating the soup,
mother would sit beside me and eat the rest meat of fish,
which was still on the bone of the fish I ate.
My heart was touched when I saw it.
I then used my chopstick and gave the other fish to her.
But she immediately refused it and said "Eat this fish, son.
I don't really like fish."
That was Mother's Second Lie.

3.Then, when I was in Junior High School,
to fund my study,
mother went to an economic enterprise to bring some used-matches boxes that would be stuck in.
It gave her some money for covering our needs.
As the winter came,
I woke up from my sleep and looked at my mother who was still awoke,
supported by a little candlelight and within her perseverance she continued
the work of sticking some used-matches box.
I said, "Mother, go to sleep, it's late,
tomorrow morning you still have to go for work.
" Mother smiled and said "Go to sleep,
dear. I'm not tired."
That was Mother's Third Lie.

4.At the time of final term,
mother asked for a leave from her work in order to accompany me.
While the daytime was coming and the heat of the sun was starting to shine,
the strong and persevering mother
waited for me under the heat of the sun's shine for several hours.
As the bell rang, which indicated that the final exam had finished,
mother immediately welcomed me and poured me a glass of tea
that she had prepared before in a cold bottle..
The very thick tea was not as thick as my mother's love,
which was much thicker. Seeing my mother covering with perspiration,
I at once gave her my glass and asked her to drink too.
Mother said "Drink, son. I'm not thirsty!".
That was Mother's Fourth Lie.

5.After the death of my father because of illness,
my poor mother had to play her role as a single parent.
By held on her former job, she had to fund our needs alone.
Our family's life was more complicated. No days without sufferance.
Seeing our family's condition that was getting worse,
there was a nice uncle who lived near my house came to help us,
either in a big problem and a small problem.
Our other neighbors who lived next to us saw that our family's life was so unfortunate,
they often advised my mother to marry again. But mother,
who was stubborn, didn't care to their advice,
she said "I don't need love.."
That was Mother's Fifth Lie.

6.After I had finished my study and then got a job,
it was the time for my old mother to retire.
But she didn't want to; she was sincere to go to the marketplace every morning,
just to sell some vegetable for fulfilling her needs.
I, who worked in the other city, often sent her some money to help her in fulfilling her needs,
but she was stubborn for not accepting the money.
She even sent the money back to me.
She said "I have enough money."
That was Mother's Sixth Lie.

7.After graduated from Bachelor Degree,
I then continued my study to Master Degree.
I took the degree, which was funded by a company through a scholarship program,
from a famous University in America .
I finally worked in the company. Within a quite high salary,
I intended to take my mother to enjoy her life in America .
But my lovely mother didn't want to bother her son,
she said to me "I'm not used to."
That was Mother's Seventh Lie.

8.After entering her old age,
mother got a flank cancer and had to be hospitalized.
I, who lived in miles away and across the ocean,
directly went home to visit my dearest mother.
She lied down in weakness on her bed after having an operation.
Mother, who looked so old, was staring at me in deep yearn.
She tried to spread her smile on her face;
even it looked so stiff because of the disease she held out.
It was clear enough to see how the disease broke my mother's body,
thus she looked so weak and thin.
I stared at my mother within tears flowing on my face.
My heart was hurt, so hurt, seeing my mother on that condition.
But mother, with her strength, said "Don't cry, my dear.
I'm not in pain."
That was Mother's Eight Lie

After saying her eighth lie, She closed her eyes forever!

Rabu, 01 Agustus 2012

Soldier Of Islam

 Ini dia mbak-mbak SOI yang setia menemani perjuanganku di Ma'had Bina Umat yang tercinta Ini.
Ada Jeng EM, Mbak Andro, Mbah Fidut, Jeng Anis, Neng Alda, Mancil, Ephol(kembaranku, karena di sana aq dipanggil Opheel), Nabil, Mpok Sherlly, Jeng Indri, Zizi, Mbak Dwi
Aku dan Mereka

i don't wAnnA LosE YoU...


Rinai hujan basahi aq
Temani sepi yang mengendam
Kala aq mengingatmu
Dan semua saat manis itu

Segalanya seperti mimpi
Q  jalani hidup sendiri
Andai waktu berganti
Aq tetap takkan berubah

Aq selalu bahagia saat hujan turun
Karna aq dapat menggenangmu
Untukq sendiri

Slalu ada cerita tersimpan di hatiq
Tentang kau dan hujan
Tentang cinta kita
Yang mengalir seperti air


Aq bisa tersenyum sepanjang hari
Karna hujan pernah menahanmu di sini
Untukq…..



Hujan mengingatkan awal perjumpaanq dengannya. Hujan lah yang menjadi saksi. Hujan itu indah. Namun terkadang mengingatnya menjadi perih. Hatiq terkoyak. Biarlah,,,

Mengapa aku harus menjatuhkan hati kepadanya?
Salahkah aq?


Tersenyumlah saat kau mengingatq
Karna saat itu aq sangat merindukanmu
Dan menangislah saat kau merindukanq
Karna saat itu aq tak berada di sampingmu
Tetapi pejamkanlah mata indahmu itu
Karna saat itu aq akan terasa ada di dekatmu
Karna aq telah berada di hatimu untuk selamanya
Tak ada yang tersisa lagi untukq
Selain kenangan-kenangan yang indah bersamamu

Mata indah yang mana dengannya
Aq terbiasa melihat keindahan cinta
Mata indah yang dahulu adalah milikq
Kini semuanya terasa jauh meninggalkanq
Kehidupan terasa kosong tanpa keindahanmu

Hati, cinta dan rinduq adalah milikmu
Cintamu takkan pernah membebaskanq
Bagaimana mungkin aq terbang mencari cinta yang lain
Saaat sayap-sayapq telah patah karenamu
Cintamu akan tetap tinggal bersamaq
Hingga akhir hayatq
Dan setelah kematian
Hingga tangan Tuhan akan menyatukan kita lagi

Betapapun hati telah terpikat
Pada sosok terang dalam kegelapan
Yang tengah menghidupkan sinar redupq
Namun tak dapat menyinari
Dan menghangatkan perasaanq sesungguhnya
Aq tidak pernah bisa menemukan cinta yang lain
Selain cintamu
Karena mereka tak tertandingi
Oleh sosok dirimu dalam jiwaq

Kau takkan pernah terganti
Bagai pecahan logam
Mengekalkan kesunyian, kesendirian
Dan kesedihanq





jakarta ,,,i'm comin9...

akhirnya setelah bermusyawarah dengan seluruh anggota keluarga besarku,,,
ciye..
jalanku terbentang menuju lipia...
bismillah ja...

awalnya aq gag boleh pergi ke kota yang tak tahu rimbanya,,,< maksud lokh>
maksudq mana pernah aq ke kota ini?
harus sendirian pula?
yah,namanya juga udah anak yang memiliki tekad sedingin es di kutub selatan..
mental sekeras baja,,,
satu kata yang keluar dari mulut bundaq terchaiyank,,,
boleh!!!!!
dengan berbekal satu tas gedhe doank ma tas pinggang lah ,,,
berangkatlah aq dianterin ma bunda and ayah yang puaaallling aq chaiyank di dunia ini ke bandara syamsuddin noor...
jam 9 pagi, lion air yang kutumpangi melesat cepat ke udara,,huft!gag da yang bisa diajak ngobrol!!
sampingku c0wok-cowok,,,

ngebetein banged gag sie?untungnya aq duduk di samping jendela. yah meskipun cuman bisa lied warna putih-putih doank...

haha,yang penting terbang!!!

wuiiih!!gedhe bgd euy bandara soekarno-hatta!!
gpp, dikira org udik,,yang jelas it's me,,
haha,tempat pengambilan bagasinya aja banyak banged. oya,satu hal lagy kesan aq pertama kali d jkt, nunggu bagasinya aja lamanya minta ampyun>.<
Nah itu dia tasku, kuambil dengan rasa percaya diri tinggi banged ampe ke langit< ni mah alllaaay,,>
abiz ntu ,aq keluar nyari bis damri jurusan pasar minggu,

abiz ntu sante aja,,ada temen yang bakalan jemput aq di sana,,
jadi wad para fanzq, aq gag akan ilank di jantung kota yang gedhe ini koq,,^_^

kesan selanjutnya,
kota yang full begete!!!
klakson bising memekakkan telinga, 
aq cuman bisa merenungi nasib perjalanq yang sendirian ini...hikz...hikz..
cukup lama juga di dalam bis< ya iyalah di dalam masa di atapnya bis >.

satu hal yang aq lupa!!!
klo aq lagy gag mood naek bis,,aq bakalan mabuk









so amazing!!!
aku gag nyangka banged bisa datang