Tampilkan postingan dengan label My Poems. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label My Poems. Tampilkan semua postingan
Kamis, 02 Agustus 2012
Rabu, 01 Agustus 2012
i don't wAnnA LosE YoU...
Rinai hujan basahi aq |
Temani sepi yang mengendam |
Kala aq mengingatmu |
Dan semua saat manis itu |
Segalanya seperti mimpi |
Q jalani hidup sendiri |
Andai waktu berganti |
Aq tetap takkan berubah |
Aq selalu bahagia saat hujan turun |
Karna aq dapat menggenangmu |
Untukq sendiri |
Slalu ada cerita tersimpan di hatiq |
Tentang kau dan hujan |
Tentang cinta kita |
Yang mengalir seperti air |
Aq bisa tersenyum sepanjang hari |
Karna hujan pernah menahanmu di sini |
Untukq….. |
Hujan mengingatkan awal perjumpaanq dengannya. Hujan lah yang menjadi saksi. Hujan itu indah. Namun terkadang mengingatnya menjadi perih. Hatiq terkoyak. Biarlah,,, |
Mengapa aku harus menjatuhkan hati kepadanya? |
Salahkah aq? |
Tersenyumlah saat kau mengingatq |
Karna saat itu aq sangat merindukanmu |
Dan menangislah saat kau merindukanq |
Karna saat itu aq tak berada di sampingmu |
Tetapi pejamkanlah mata indahmu itu |
Karna saat itu aq akan terasa ada di dekatmu |
Karna aq telah berada di hatimu untuk selamanya |
Tak ada yang tersisa lagi untukq |
Selain kenangan-kenangan yang indah bersamamu |
Mata indah yang mana dengannya |
Aq terbiasa melihat keindahan cinta |
Mata indah yang dahulu adalah milikq |
Kini semuanya terasa jauh meninggalkanq |
Kehidupan terasa kosong tanpa keindahanmu |
Hati, cinta dan rinduq adalah milikmu |
Cintamu takkan pernah membebaskanq |
Bagaimana mungkin aq terbang mencari cinta yang lain |
Saaat sayap-sayapq telah patah karenamu |
Cintamu akan tetap tinggal bersamaq |
Hingga akhir hayatq |
Dan setelah kematian |
Hingga tangan Tuhan akan menyatukan kita lagi |
Betapapun hati telah terpikat |
Pada sosok terang dalam kegelapan |
Yang tengah menghidupkan sinar redupq |
Namun tak dapat menyinari |
Dan menghangatkan perasaanq sesungguhnya |
Aq tidak pernah bisa menemukan cinta yang lain |
Selain cintamu |
Karena mereka tak tertandingi |
Oleh sosok dirimu dalam jiwaq |
Kau takkan pernah terganti |
Bagai pecahan logam |
Mengekalkan kesunyian, kesendirian |
Dan kesedihanq |
Senin, 30 April 2012
Kamis, 11 November 2010
Ana Uhibbuka Fillah…
NamaNya belum tereja...
WajahNya belum beranjak semu...
BayanganNya belum terlukis...
DerapNya belum turut serta ku ikuti...
Penantian ku telah terasing karenaMu…
Zawjun Soolihun...
SuaraNya belum kuhafal...
Sebuah hatiNya belum terbaca...
SenyumNya belum aku tafsirkan...
KerlinganNya belum aku temukan...
Maka, biar sajak asa tertunai tanpa
permintaan...
TawaNya belum kusentuh...
TangisNya belum terseka...
DukaNya belum turut ku genggam...
PenatNya belum terbagi denganku...
Allah yubarik fik ya akhi…
JejakNya belum aku kenali...
KeningNya belum terkecup tulusku...
TubuhNya belum terpeluk olehku...
Bahu kokohNya belum terebahkan ragaku...
Harapku… semoga takdir indah itu ada...
Desir hatiNya belum terjamah rasa...
Rajutan kenangNya belum terukir jelas...
Tautan rinduNya belum menetap lama...
Diantara gurauNya belum terpahat
ditengah beku...
Dengarlah… ku menjaga setiaku demi Mu…
Keturunan Adam pilihan Allah
Terhampar semu dalam angan
Dingin dan sepi belum terjemahkan
Semoga nyata menjadi bahagiaku
Biar muram rela luruh dalam senjaMu
Meski khayal belum terekam...
Meski tatapan belum terjawab...
Meski letak nafas belum tersadari...
Meski pemilik denyut itu belum teraba olehku...
Namun ku tetap merantaikan rindu...
Meski degubMu belum terdengar jiwaku...
Meski setiaMu belum abstrak terurai...
Meski jujurMu belum menyapa relungku...
Meski lerai bisikMu belum melekat dalam
kalbu...
Namun, ku tetap bermain dalam jengkalku...
Meski untaian rinduMu belum terpijak riuh...
Meski pesonaMu belum nyata memikatku...
Meski dentingan hatiMu belum terlihat olehku...
Meski gema rinduMu belum keras terngiang...
Jangan hentikan langkah mencariku...
Sekat larik cintaMu dalam ruas batinku...
Jaga sentuhMu demi masa yang lebih tepat...
Biarkan ku menjadi ruang luasMu...
Dengan taburan cahaya tanpa ujung...
Dalam keterbatasan... ku menunggu halalMu...
Tanpa secuil sisa cinta
Yang tenang dan terkubur lama
Ana Uhibbuka Fillah…
Atammannaka Fillah...
Istaqtu Ilayka Fillah....
Innaniy Antazhiruka Fillah...
*Allahumma Inni As Aluka Hubbaka Wahubba
Maa Yuhibbuka Wal Amalalladzii
Yuballighunii Hubbaka...** (Ya Allah...
sesungguhnya aku memohon kepadaMu
untuk tetap mencintaiMu dan cintanya
orang yang mencintaiMu serta beramal
yang bisa menyampaikan kepadaku untuk
mencintaiMu. ..)*
*Allahummab' ats Ba'lan Shalihan
Likhithbati Wa Aththif Qalbahu Alayya
Bihaqqi Kalamikal Qadimi Wa Bi Rasulukal
Karimi Bi Alfi Alfi La Hawla Wa La
Quwwata Illa Billahil Aliyyil Azhim Wa
Shallallahu Ala Sayyidina Muhammadin
Wa' Ala Alihi Wa Shahbihi Wa Sallama Wal
Hamdulillahi Rabbil Alamin…*
Sumber:ethazz.blogspot.com/2010/01/ana-uhibbuka-fillah.html
WajahNya belum beranjak semu...
BayanganNya belum terlukis...
DerapNya belum turut serta ku ikuti...
Penantian ku telah terasing karenaMu…
Zawjun Soolihun...
SuaraNya belum kuhafal...
Sebuah hatiNya belum terbaca...
SenyumNya belum aku tafsirkan...
KerlinganNya belum aku temukan...
Maka, biar sajak asa tertunai tanpa
permintaan...
TawaNya belum kusentuh...
TangisNya belum terseka...
DukaNya belum turut ku genggam...
PenatNya belum terbagi denganku...
Allah yubarik fik ya akhi…
JejakNya belum aku kenali...
KeningNya belum terkecup tulusku...
TubuhNya belum terpeluk olehku...
Bahu kokohNya belum terebahkan ragaku...
Harapku… semoga takdir indah itu ada...
Desir hatiNya belum terjamah rasa...
Rajutan kenangNya belum terukir jelas...
Tautan rinduNya belum menetap lama...
Diantara gurauNya belum terpahat
ditengah beku...
Dengarlah… ku menjaga setiaku demi Mu…
Keturunan Adam pilihan Allah
Terhampar semu dalam angan
Dingin dan sepi belum terjemahkan
Semoga nyata menjadi bahagiaku
Biar muram rela luruh dalam senjaMu
Meski khayal belum terekam...
Meski tatapan belum terjawab...
Meski letak nafas belum tersadari...
Meski pemilik denyut itu belum teraba olehku...
Namun ku tetap merantaikan rindu...
Meski degubMu belum terdengar jiwaku...
Meski setiaMu belum abstrak terurai...
Meski jujurMu belum menyapa relungku...
Meski lerai bisikMu belum melekat dalam
kalbu...
Namun, ku tetap bermain dalam jengkalku...
Meski untaian rinduMu belum terpijak riuh...
Meski pesonaMu belum nyata memikatku...
Meski dentingan hatiMu belum terlihat olehku...
Meski gema rinduMu belum keras terngiang...
Jangan hentikan langkah mencariku...
Sekat larik cintaMu dalam ruas batinku...
Jaga sentuhMu demi masa yang lebih tepat...
Biarkan ku menjadi ruang luasMu...
Dengan taburan cahaya tanpa ujung...
Dalam keterbatasan... ku menunggu halalMu...
Tanpa secuil sisa cinta
Yang tenang dan terkubur lama
Ana Uhibbuka Fillah…
Atammannaka Fillah...
Istaqtu Ilayka Fillah....
Innaniy Antazhiruka Fillah...
*Allahumma Inni As Aluka Hubbaka Wahubba
Maa Yuhibbuka Wal Amalalladzii
Yuballighunii Hubbaka...** (Ya Allah...
sesungguhnya aku memohon kepadaMu
untuk tetap mencintaiMu dan cintanya
orang yang mencintaiMu serta beramal
yang bisa menyampaikan kepadaku untuk
mencintaiMu. ..)*
*Allahummab' ats Ba'lan Shalihan
Likhithbati Wa Aththif Qalbahu Alayya
Bihaqqi Kalamikal Qadimi Wa Bi Rasulukal
Karimi Bi Alfi Alfi La Hawla Wa La
Quwwata Illa Billahil Aliyyil Azhim Wa
Shallallahu Ala Sayyidina Muhammadin
Wa' Ala Alihi Wa Shahbihi Wa Sallama Wal
Hamdulillahi Rabbil Alamin…*
Sumber:ethazz.blogspot.com/2010/01/ana-uhibbuka-fillah.html
♥Tolong Sampaikan pada Si dia♥
Tolong beritahu si dia aku ada pesanan buatnya…
Tolong beritahu si dia, cinta agung adalah cintaNya…
Tolong beritahu si dia, cinta manusia bakal membuatnya alpa…
Tolong nasihati sia dia, jangan menyintaiku lebih dari dia menyintai Yang Maha Esa…
Tolong nasihati si dia, jangan mengingatiku lebih dari dia mengingati Yang Maha Kuasa…
Tolong nasihati si dia, jangan mendoakanku lebih dari dia mendoakan ibu bapanya…
Tolong katakan pada si dia, dahulukan Allah karena di situ ada syurga…
Tolong katakan pada si dia, dahulukan ibu bapaknya karena di telapak itu syurganya…
Tolong ingatkan si dia, aku terpikat karena imannya bukan rupa…
Tolong ingatkan si dia, aku lebih cintakan zuhudnya bukan harta…
Tolong ingatkan si dia aku kasihinya karena santunnya…
Tolong tegur si dia, bila dia mulai mengagungkan cinta manusia…
Tolong tegur si dia, bila dia tenggelam dalam angan-angannya…
Tolong tegur si dia, andai nafsu mengawal fikirannya…
Tolong sadarkan si dia, aku milik Yang Maha Esa…
Tolong sadarkan si dia, aku masih milik keluarga…
Tolong sadarkan si dia, tanggungjawabnya besar kepada keluarganya…
Tolong sabarkan si dia, usah ucap cinta di kala cita-cita belum terlaksana…
Tolong sabarkan si dia, andai diri ini enggan dirapati kerana menjaga batasan cinta…
Tolong sabarkan si dia, bila jarak mejadi penyebab bertambah rindunya…
Tolong pesan padanya, aku tidak mau menjadi fitnah besar kepadanya…
Tolong pesan padanya, aku tak mau menjadi puncak kegagalannya…
Tolong pesan padanya aku membiarkan Yang Esa menjaga dirinya…
Tolong khabarkan pada si dia, aku tidak mau membuat dia terlena…
Tolong kabarkan pada si dia, aku mau dia berjaya dalam impian dan cita- citanya…
Tolong kabarkan pada si dia, jadilah penyokong dalam kejayaanku…
Tolong sampaikan pada si dia, aku mendambakan cinta suci yang terjaga…
Tolong sampaikan pada si dia, cinta karena Allah tidak ternilai harganya…
Tolong sampaikan pada si dia, hubungan ini terjaga selagi dia menjaga hubungan dengan Yang Maha Kuasa…
Tolong sampaikan kepada si dia kerana aku tidak mampu memberitahunya sendiri…
Hanya engkau Ya Allah mengetahui siapa si dia…
Moga pesananku sampai padanya walau aku sendiri tidak mengetahui siapa dan dimana si dia…
Moga dia seekor lebah yang senantiasa memuji keagungan Yang Maha Kuasa memasuki taman larangan dengan sopan santunnya dan bertemu mawar berduri yang terjaga oleh tuannya…
Simpanlah pesanan ku ini sehingga engkau bertemu diriku suatu hari nanti…
Sumber :: Muslimah Perindu Syurga (RKI Muslimah)
Tolong beritahu si dia, cinta agung adalah cintaNya…
Tolong beritahu si dia, cinta manusia bakal membuatnya alpa…
Tolong nasihati sia dia, jangan menyintaiku lebih dari dia menyintai Yang Maha Esa…
Tolong nasihati si dia, jangan mengingatiku lebih dari dia mengingati Yang Maha Kuasa…
Tolong nasihati si dia, jangan mendoakanku lebih dari dia mendoakan ibu bapanya…
Tolong katakan pada si dia, dahulukan Allah karena di situ ada syurga…
Tolong katakan pada si dia, dahulukan ibu bapaknya karena di telapak itu syurganya…
Tolong ingatkan si dia, aku terpikat karena imannya bukan rupa…
Tolong ingatkan si dia, aku lebih cintakan zuhudnya bukan harta…
Tolong ingatkan si dia aku kasihinya karena santunnya…
Tolong tegur si dia, bila dia mulai mengagungkan cinta manusia…
Tolong tegur si dia, bila dia tenggelam dalam angan-angannya…
Tolong tegur si dia, andai nafsu mengawal fikirannya…
Tolong sadarkan si dia, aku milik Yang Maha Esa…
Tolong sadarkan si dia, aku masih milik keluarga…
Tolong sadarkan si dia, tanggungjawabnya besar kepada keluarganya…
Tolong sabarkan si dia, usah ucap cinta di kala cita-cita belum terlaksana…
Tolong sabarkan si dia, andai diri ini enggan dirapati kerana menjaga batasan cinta…
Tolong sabarkan si dia, bila jarak mejadi penyebab bertambah rindunya…
Tolong pesan padanya, aku tidak mau menjadi fitnah besar kepadanya…
Tolong pesan padanya, aku tak mau menjadi puncak kegagalannya…
Tolong pesan padanya aku membiarkan Yang Esa menjaga dirinya…
Tolong khabarkan pada si dia, aku tidak mau membuat dia terlena…
Tolong kabarkan pada si dia, aku mau dia berjaya dalam impian dan cita- citanya…
Tolong kabarkan pada si dia, jadilah penyokong dalam kejayaanku…
Tolong sampaikan pada si dia, aku mendambakan cinta suci yang terjaga…
Tolong sampaikan pada si dia, cinta karena Allah tidak ternilai harganya…
Tolong sampaikan pada si dia, hubungan ini terjaga selagi dia menjaga hubungan dengan Yang Maha Kuasa…
Tolong sampaikan kepada si dia kerana aku tidak mampu memberitahunya sendiri…
Hanya engkau Ya Allah mengetahui siapa si dia…
Moga pesananku sampai padanya walau aku sendiri tidak mengetahui siapa dan dimana si dia…
Moga dia seekor lebah yang senantiasa memuji keagungan Yang Maha Kuasa memasuki taman larangan dengan sopan santunnya dan bertemu mawar berduri yang terjaga oleh tuannya…
Simpanlah pesanan ku ini sehingga engkau bertemu diriku suatu hari nanti…
Sumber :: Muslimah Perindu Syurga (RKI Muslimah)
Sabtu, 16 Oktober 2010
Feel too Hurt
Kala bola mata ini tanpa sengaja tertuju padamu, aku ingin menghirap jauh entah kemana, aku ingin lenyap bagai kabut pagi yg dikejar mentari. Lalu terserah Tuhan akan mengirimku kemana, yg penting tak ada wajahmu yg berkelibang dalam angan. Karna sama saja aku memilin benang rindu jika terus dan terus aku terpaku pada parasmu.
Dan jika nanti aku terlanjur merindukanmu hingga air mataku berhiliran, aku ingin Tuhan menjadikan kau seperti gemintang saat langit tertutup awan kelam, yg tetap terkampai terang dan nyaman meski kelipnya kabur dari pandangan. Karna aku ingin bayangmu benar-benar terandam-karam dan rindu yg tadi terjurai berhenti melilit ceruk hati.
Karna aku merasa TERSIKSA seperti saat terhuyung dan terombang-ambing dalam kabin kapal yg panas,
Pun aku merasa TAKUT seperti saat aku terjebak dalam gerhana malam dengan raung singa di tengah hutan.
Karna aku tahu memandangmu dan merindukan hadirmu belum menjadi perkara yg halal bagiku. Sungguh belum waktunya....
Dan jika nanti aku terlanjur merindukanmu hingga air mataku berhiliran, aku ingin Tuhan menjadikan kau seperti gemintang saat langit tertutup awan kelam, yg tetap terkampai terang dan nyaman meski kelipnya kabur dari pandangan. Karna aku ingin bayangmu benar-benar terandam-karam dan rindu yg tadi terjurai berhenti melilit ceruk hati.
Karna aku merasa TERSIKSA seperti saat terhuyung dan terombang-ambing dalam kabin kapal yg panas,
Pun aku merasa TAKUT seperti saat aku terjebak dalam gerhana malam dengan raung singa di tengah hutan.
Karna aku tahu memandangmu dan merindukan hadirmu belum menjadi perkara yg halal bagiku. Sungguh belum waktunya....
Senin, 09 Agustus 2010
SeNandung cinta untuk BunDA
Aku lantunkan salam rinduku pada Bunda
Salam cinta karenaMu
Salam sayang yang tak berpenghujung
Salam kasih sayang tiada bertepi...
Bunda yang telah mengajarkan makana hidup
Bunda yang selalu menangis untuk kita
BIARLAH ..
Kali ini mata dan hatiku yang menangis untuknya
Air mata untuk mendo'akannya
Air nata untuk memohon ampun
Air mata haru akan tetesan keringatnya
Akan kuukir senyum kebanggaan di bibirnya..
SEBELUM...
senyumannya,,
kecupan manisnya,,,
kehangatan pelukannya,,,
berakhir di ujung usia yang tak pernah kita duga sebelumnya...
Salam cinta karenaMu
Salam sayang yang tak berpenghujung
Salam kasih sayang tiada bertepi...
Bunda yang telah mengajarkan makana hidup
Bunda yang selalu menangis untuk kita
BIARLAH ..
Kali ini mata dan hatiku yang menangis untuknya
Air mata untuk mendo'akannya
Air nata untuk memohon ampun
Air mata haru akan tetesan keringatnya
Akan kuukir senyum kebanggaan di bibirnya..
SEBELUM...
senyumannya,,
kecupan manisnya,,,
kehangatan pelukannya,,,
berakhir di ujung usia yang tak pernah kita duga sebelumnya...
Senin, 19 Juli 2010
udara dan angin
Malam Menangis
Sanggupkah hati membangun kembali
Puing-puimg hati yang hancur
Dulu,,
aku mengira..
Aku adalah udara bagimu..
Yang mana tanpaku, Kau tak bisa merasakan anggunnya dunia
Ternyata,,
diriku hanyalah semilir angin yang lewat..
Aku yakin ini hanyalah sebuah ilusi !!!
Untuk dapat bersamamu seperti udara..
Karena aku adalah ANGIN !!!
dan angin tak akan pernah kembali ke tempat dia berasal...
Sanggupkah hati membangun kembali
Puing-puimg hati yang hancur
Dulu,,
aku mengira..
Aku adalah udara bagimu..
Yang mana tanpaku, Kau tak bisa merasakan anggunnya dunia
Ternyata,,
diriku hanyalah semilir angin yang lewat..
Aku yakin ini hanyalah sebuah ilusi !!!
Untuk dapat bersamamu seperti udara..
Karena aku adalah ANGIN !!!
dan angin tak akan pernah kembali ke tempat dia berasal...
Selasa, 15 Juni 2010
me n hIM epis0de 2
tak pernah aq membayangkannya,
terkadang cinta itu mengapa harus rumit,
bibirq terbungkam rapat menatap dalam ke alam pikirannya
menjadi semakin terbungkam untuk berkata
mengapa harus aq yang merasakannya?
you don't even know me..
so do i...
i don't know you..
biarlah,,,, aq merasakan kebahagiaan itu,
walau aq tak tau apakah akan terulang kembali
atau akan berakhir,,,
tapi,jangan menjerat aq ke dalam ikatan yang lebih kuat lagy,
aq tak sanggup tuk menorehkan luka ke dalam hati ini tuk ke sekian kali,,
ada pepatah,,
jika qm mencintai krn dy pintar,,
itu bukan cinta...
tapi kagum..
jika qm mencintai org krn dy cakep n maniz,,
itu bukan cinta,,
tapi nafsu..
jika qm mencintai org krn dy tajir,,
itu bukan cinta,,
tapi matre...
jika qm mencintai org krn dy baek,,
itu bukan cinta,,
tapi rasa terima kasih,,
....
tapi,,,jika qm mencintai org tanpa qm tw
alasan kenapa bisa mencintainya...
itulah cinta yang sesungguhnya...
that's the real of love...
aq pernah baca di sebuah teenlit,
ada kata2 yang sangat menyentuhq..
kalau qt mencintai orang karena suatu alasan..
jikalau alasan itu hilang ,,,
maka cinta itu juga akan hilang....
Selasa, 27 April 2010
Senin, 26 April 2010
MATH WORLD
Aku bukanlah deret aritmetika
dengan beda-beda yang tersusun
berjejer rapi,,
aku juga bukan deret geometri
dengan rasio-rasio yang sebanding
memecah belah otak kalkulator hidup
karena aku tiada bandingannya
aku beda,,kita beda,,,
Aku juga bukan bilangan kuadrat
yang denagn seenaknya saja angka dua bertengger di kepala
juga bukan bilangan rasional
yang tidak memiliki peluang
karena dia sesuatu yang pasti
apalagi bilangan cacah!!
itu bukan aku,,
karena tudak ada yang bernilai nol bagiku!
aku ingin menjadi bilangan bulat
selalu rela menerima tanda positf dan negatif
di setiap angka,,
aku ingin menjadi seperti matriks identitas
yang setia selalu dengan angka satu,,,,,,,,,,,
atau menjadi deret tak hingga
yang tiada berujung?
tenyata aku hanyalah sebuah variabel z
yang terpontang-panting
mencari seonggok cinta dari sang variabel utama,,"A"
ALLAH,,,,
ALLAH,,,
Minggu, 18 April 2010
You,,,
am i the killer of your heart?
what can i do?
tell me what can i say,,,,
i don't Know,,
muSt I tell him first?
Rabu, 07 April 2010
Rumi Said About Love
SEkalipun cinta telah ku uraikan
dan kujelaskan panjang lebar
namun jika kudatangi
aku jadi malu ada keteranganku sendiri
meskipun lidahku mampu
menguraikan dengan terang !
sementara pena begitu tergesa-gesa
menuliskannya
kata-kata pecah berkeping-keping
begitu sampai kepada cinta
dalam menguraikan cinta
akal terbaring tak berdaya
bagaikan keledai terbaring dala lumur
Cinta sendirilah yang menerangkan cinta dan percintaan
dan kujelaskan panjang lebar
namun jika kudatangi
aku jadi malu ada keteranganku sendiri
meskipun lidahku mampu
menguraikan dengan terang !
sementara pena begitu tergesa-gesa
menuliskannya
kata-kata pecah berkeping-keping
begitu sampai kepada cinta
dalam menguraikan cinta
akal terbaring tak berdaya
bagaikan keledai terbaring dala lumur
Cinta sendirilah yang menerangkan cinta dan percintaan












